Seoul, 2016.
Angin berhembus kencang. Walaupun telah tertutup selimut tebal, aku tetap kedinginan.
Sendiri, disini. Hanya detak jam yang menemaniku. Hawa dingin menambah kesunyian malam ini.
Aku teringat ketika aku bersamanya berada di balik kios kecil di daerah pinggiran Seoul, beberapa waktu lalu. Menikmati dinginnya malam dengan meneguk teh panas berdua.
Ah, tidak. Aku teringat padanya. Dimanakah kau sekarang? Akankah ia teringat padaku seperti apa yang telah aku lakukan? Mungkin tidak. Aku hanyalah sebatas memori kecil di dalam hidupnya.
Don't look back, girl. Katanya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar